KAMU ISTIMEWA
Jauh hari kala aku memandang dia, ya aku lihat tidak ada yang aneh dan dia terlihat biasa saja cuma sedikit cantik kala itu. Mengenalnya tanpa sengaja dan kala itu hanya sebatas dia orang baru yang baru bergabung di tongkrongan. Awalnya aku mengira dia orang yang sombong, dengan semerbak gaya sosialitanya. Mungkin jika kamu yang ku maksud membaca ini "Maafkan aku dengan segala pemikiran jahat ku tentang mu waktu itu, karena pada dasarnya ya begitu umumnya manusia gemar menerka dan menyimpulkan padahal belum tau aslinya bagaimana."
Setelah berkenalan lebih jauh ternyata dia mematahkan semua perkiraan ku di awal, dia jauh dari yang aku bayangkan. Sifatnya yang friendly dan kadang ga jelas membuat orang-orang sekitar dia nyaman mempunyai teman sepertinya. Mulai dari situ aku rasa dia bisa untuk diajak kerjasama.
Sampai di suatu waktu aku ingin mengajak dia berpartisipasi dalam suatu kegiatan, awalnya aku kira dia akan menolak tapi ternyata saat tawaran aku kirimkan langsung dia balas dengan pernyataan setuju tanpa cari tahu dulu apa dan bagaimana kegiatannya. Melihat dia berpatisipasi penuh di acara itu mengukir senyum di pipi ku.
Entah mengapa berganti hari aku terus penasaran dengannya memperhatikan setiap langkah hari hari yang dia jalani, menerima apa pun pekerjaan asal halal dan menghasilkan baginya, terlebih saat aku tahu dia wanita yang melewati hari harinya tanpa lagi merasakan cinta pertama dalam hidupnya yaitu sosok ayah. hal itu semakin membuat ku kagum dengan semua yang ada dalam dirinya, dia wanita hebat menurut ku.
Semakin kesini aku semakin melihat betapa tangguhnya dia, betapa kuatnya dirinya, hidup dengan segala teka teki dan cobaan, berusaha tegar di tengah keterbatasan kasih sayang yang dia peroleh. Kadang aku heran, bagaimana ada wanita sekuat itu, berusaha tersenyum padahal hatinya sepi. Aku bisa membayangkan bagaimana hampanya perasaan seorang anak perempuan tanpa kasih sayang seorang ayah dalam hidupnya, namun dia selalu tersenyum luar biasa untuk itu.
Aku tidak tau mungkin dibeberapa waktu dia menangis merindukan sosok ayah yang datang merangkul gadis kecilnya agar tetap semangat, "Tapi percayalah ayah mu selalu ada disisi mu untuk memelukmu". Harus ku akui dia wanita hebat yang aku temui, dia berhasil merubah cara pandangku menghadapi hidup. Dan aku berharap wanita di luaran sana yang bernasib sama seperti dia harus membaca ini mereka harus melihat bahwa hidup tidak berhenti masih banyak prestasi juga hal yang harus di capai jangan hanya diam di tempat.
Teruntuk kamu yang ku maksud dalam cerita ini harus ku katakan "kamu Istimewa dengan segala ceritamu itu, paras cantikmu, hati mu yang bersih, dan segala tingkah mu itu, kian hari membuat ku bertambah kagum terhadap mu. Teruslah seperti itu, teruslah membuat orang orang sekitar mu tersenyum karna aku yakin ayah mu pasti bangga dengan segala apa pun yang kamu lakukan".
Komentar
Posting Komentar