Pemuda yang Resah part II

 

Tidak harus Terdepan

         Tidak jarang aku menemukan pemuda di sekitar ku dengan ambis yang kuat, mereka ingin jadi yang terdepan, mereka ingin menjadi seseorang yang di pandang, mereka layaknya ingin menjadi seorang pemimpin yang dimana mereka ingin selalu di kedepankan dalam segala hal, mereka ingin memiliki kekuasan dan standar di atas orang lain.


         Fenomena semacam itu terjadi dimana saja dikalangan Siswa,Mahasiswa, dan juga masyarakat umum. Itu fenomena yang lumrah kita rasakan dan kita lihat, mereka seakan berlomba membuktikan siapa yang pantas untuk mendapatkan posisi itu, posisi yang memberikan mereka privilege sepucuk kebebasan dan pandangan orang terhadap mereka.


         Ada salah seorang mahasiswa menghampiri ku saat aku sedang duduk sendirian menuliskan beberapa halaman dari cerita ku yang lain. Dia datang menyapa ku dan ikut bergabung bersama ku, di tengah basa basi biasa saat bertemu dia bertanya kepada ku


        “Bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin?”


Mendengar pertanyaan itu aku sedikit bingung karena kenapa dia harus bertanya kepada ku toh aku bukan seorang pemimpin, aku balik bertanya kepada dia


         “Sebelum aku jawab pertanyaan mu itu izin aku bertanya, untuk apa kamu ingin menjadi seorang pemimpin?”


Dia pun menjelaskan tentang tujuannya untuk melakukan berbagai perubahan yang berarti bagi dirinya,lembaganya dan juga bagi tempat iya menuntut ilmunya, aku tidak tau tempat yang dia maksud entah itu Universitasnya atau Fakultasnya.


         Aku pun menjelaskan padanya bahwa aku juga bingung harus mengatakan bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin karena aku saja belum pernah merasakan posisi tersebut, namun yang aku tau menjadi seorang pemimpin itu kamu butuh keberanian bukan hanya tenaga tetapi juga mental, layaknya kamu sedang berjalan di jembatan gantung tanpa pegangan di sampingnya, kamu harus benar-benar memikirkan bagaimana caranya agar kamu tidak salah langkah dan setiap langkah yang kamu perlihatkan itu akan menjadi contoh orang-orang yang memperhatikan kamu.

         

        Aku pernah membaca satu kalimat begini "Seorang pemimpin adalah orang yang mengetahui jalannya, mengikuti jalannya, dan menunjukkan jalannya." - John C. Maxwell. Nah dari situ aku simpulkan menjadi seorang pemimpin harus punya banyak strategi untuk membuat orang percaya terhadap mu.


         Menurut ku semua yang mereka inginkan itu tidak salah bahkan aku senang ketika anak muda mempunyai ambisi seperti itu, ambisi yang mendorong untuk perubahan sesuatu yang baru dengan tenaga baru dan juga dengan ide-ide yang baru, bahkan di beberapa tempat sangat membutuhkan pemuda yang seperti ini, pemuda yang bertekad untuk membangun dan melakukan pergerakan perubahan.


          Dari sudut pandang bola mata ku ini aku sering sekali melihat beberapa orang yang kecewa dengan hasil akhir yang meraka peroleh. Tidak sedikit orang yang kesehatan mentalnya terganggu karena Ekspetasi yang mereka harapkan tidak sesuai dengan Realita yang mereka dapatkan, aku tidak heran lagi dengan hal itu karena yang namanya persaingan tetap ada menang dan kalahnya, namun aku sedikit bingung kenapa mereka sangat mengharapkan posisi itu.


          Jika semua ingin menjadi pemimpin lantas bagaimana dengan orang-orang yang berkerja dalam strukturalnya? Padahal sama seperti yang kita tahu seorang pemimpin juga tidak bisa berkerja sendirian untuk mewujudkan semua harapannya itu bukan? pada dasarnya seorang pemimpin juga membutuhkan pemikiran dan tenaga dari beberapa pihak terhadap visi misi yang telah ia jelaskan agar semua itu terlaksana dengan lancar.


          Kita ambil sebuah contoh struktur dari sebuah Organisasi di desa, jika kamu pernah melihat atau tau tentang struktur sebuah Organisasi mungkin kamu akan lebih bisa membayangkan nya, di sana terlihat jelas bahwa di struktur itu tidak hanya tertera nama kepala desa nya tetapi juga meliputi beberapa perangkat yang lain untuk membantunya, semua garis itu saling terhubung bukan? Nah itu membuktikan bahwa seorang pemimpin juga masih membutuhkan orang lain untuk berkerja.


           Kenapa kamu terlalu ambis untuk menjadi seorang pemimpin, padahal menjadi orang yang berkerja dengan seorang pemimpin juga tidak seburuk yang di bayangkan. Suatu saat pimpinan mu juga akan membutuhkan pemikiran baru dari mu dan itu membuktikan bahwa kamu telah jadi pemimpin di atas pemikiran mu sendiri, posisi mu tidak jauh berbeda dengan seorang pemimpin ketika kamu berkerja dengannya karena pada dasarkan itu siklus simbiosis mutualisme dimana kamu membutuhkan dia, dia juga membutuhkan kamu. 


          Henry Ford pernah berkata "Kamu tidak harus memegang posisi untuk menjadi seorang pemimpin." Itu yang aku maksud kamu tidak harus menjadi yang terdepan dan yang teratas untuk menjadi seorang pemimpin masih banyak cara lainnya untuk membuat kamu terlihat layaknya sebagai seorang pemimpin, bisa terlihat dari sikap mu dan juga setiap butiran pemikiran mu yang mencerminkan sosok pemimpin di dalam diri mu.


          Aku juga pernah mendapatkan satu perntanyaan dari salah satu Mahasiswi yang satu Universitas dengan ku, dia bertanya begini “Akhir-Akhir ini aku sering membaca tulisan mu termasuk tulisan PEMUDA YANG RESAH, setelah membaca itu aku ingin berkomentar kenapa kamu tidak jadi seorang pemimpin saja? dari pada hanya duduk sendirian dengan laptop yang terbuka,headset di telinga dan jari jemari yang saling bergantian menekan setiap huruf yang ada di keyboard mu itu” aku tersenyum mendengarkan pertanyaan itu dan mungkin benar aku sedikit menyembunyikan alasan ku kenapa aku tidak terlalu ingin menjadi seorang pemimpin.


         Jika kamu membaca lagi tulisan ku yang ini berarti sekarang aku akan menjawab pertanyaan mu itu, aku pernah mendengar satu kalimat menarik dari seorang yang aku anggap keren juga tentunya, dia pernah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-33 dia berkata seperti ini "Tidak semua pembaca adalah pemimpin, tetapi semua pemimpin adalah pembaca."-Harry S. Truman. Itu sebab dan alasan aku hanya ingin menjadi seorang penulis bukan seorang pemimpin agar suatu saat tulisan ku bisa di baca oleh seorang pemimpin dan menjadi hal yang berkesan baginya, dan aku bangga bisa memasukan setiap kalimat ku kedalam pikiran seorang pemimpin.


          Setelah membaca tulisan ini apakah akan merubah tekad mu untuk menjadi seorang pemimpin? Aku harap jangan, tetap jaga dan kuatkan tekad mu itu untuk menjadi seorang pemimpin dan aku berharap kamu menjadi seorang pemimpin yang hebat suatu saat nanti, namun satu hal yang ingin aku ingatkan jangan sampai ambisi mu yang kuat membuat mental dan jiwa mu lemah ketika kamu tidak mendapatkan apa yang engkau harapkan, kamu masih bisa menjadi sesuatu yang lain, bukan hanya sebagai seorang pemimpin.


           Untuk menjadi seorang pemimpin tidak harus selalu terdepan namun kamu bisa menyalurkan apa yang kamu pikirkan kepada seorang pemimpin yang lain dan pemikiran mu itu di jalankan dengan begitu kamu juga menjadi seperti seorang pemimpin di atas pemikiran mu sendiri dan kamu patut berbangga dengan itu.

Komentar

Posting Komentar