Pemuda yang Resah


Tujuan Penting Aku Menulis ini!!

       Akhir-akhir ini aku terus di landa dengan rasa malas untuk menulis tetapi otak terus saja memikirkan kalimat yang harus aku tuliskan, ketika otak dan jiwa tidak sinkron ya begini jadinya, otak terus ingin menulis dan jiwa raga tidak mampu menggerakkan tangan ini untuk menulis, sudah 1 minggu sejak tulisan terakhir telah aku posting baru malam ini aku mencoba untuk menulis lagi.

       Harusnya aku sadar bahwa tulisan aku belum sempurna, aku harus terus menulis untuk membiasakan diriku dengan permainan kata ini, namun, ya bagaimana rasa jenuh ku untuk menulis selalu mendatangi dan menghasut untuk aku tidak menulis, ditambah problematika hidup yang harus dijalani dan keadaan yang harus diterima seakan mendukung untuk aku bermalas malasan, termasuk malam ini banyak sekali hal-hal yang tidak seharusnya aku pikirkan namun dipaksa untuk memikirkannya, aku sangat benci hal yang bersifat memaksa namun kali ini semesta yang memaksa ku hingga aku tak bisa berkata apa apa.

       Beralih dari situ mungkin ini pelarian yang aku pilih, aku ingin melupakan problematika yang tidak penting itu dan mulai menghidupkan laptop hp Probook yang sudah agak lambat ini untuk menulis beberapa kata yang mungkin bisa jadi postingan baru di blogspot ku. Menulis cerita ini bukan langkah awal yang aku pilih untuk melawan rasa malas ku, tadinya sebelum menulis ini aku sempat menuju ke warung membeli mie dan telur, rencananya aku ingin memasak mie telur favorit malam ini, aku yang menjuluki diriku sebagai Kreator mood-mood tan, ya segala sesuatu yang menurut aku menarik untuk dijadikan konten maka akan aku jadikan konten, termasuk memasak mie barusan.

       Setelah selesai makan aku menuju ke kamar menuju kaca melihat diri sendiri sejenak di kaca agar tetap tahu diri. Baru setelah itu aku mengambil handphone ku memilih beberapa video yang telah direkam tadi untuk masuk ke fase editing, setelah semua video terseleksi dengan baik barulah disitu aku mulai mengasah otak kreatif, mau aku jadikan bagaimana video ini? Tanya ku dalam hati, dengan penuh percaya diri aku mulai mengolah video itu hingga jadilah satu video yang cukup keren menurut ku, video memasak mie + telur yang aku jadikan instastory ku malam ini. 

      Setelah konten memasak ku terupload barulah aku mulai mengetik tulisan ini, tulisan yang sedang kamu baca ini, tulisan yang masih sangat butuh kritikan dan saran dari kamu yang membaca ini. Tulisan ku malam ini bertujuan untuk selain membuat aku lupa dengan sedikit persoalan yang tidak seharusnya aku pikirkan juga karena beberapa keresahan pemuda disekitar ku yang mulai terdengar di telinga ku. Keresahan ini kerap kali mengganggu kesenangan pemuda disekitar ku saat ini termasuk aku yang merasakan keresahan ini.

      Mungkin memang diumur 21th keatas para pemuda sedang diresahkan oleh beberapa Kasus yang sama yaitu diantaranya Keresahan akan memulai atau menciptakan sesuatu untuk penghasilan di Masa depan. Keresahan ini mulai dirasakan oleh pemuda disekitar ku terutamanya teman-teman Kost ku yang kemarin. Ya karena itu aku mencoba menulis tulisan ini, aku ingin merangkum sedikit cerita malam kemarin mungkin ada solusi nantinya dari kamu yang membaca ini.

Dari mana mereka memulai?

       Malam yang sunyi dengan gemerlapan cahaya bulan dan bintang membuat aku ingin menikmati malam di teras rumah, aku ambil ayunan yang biasa kupakai untuk bersantai di gunung juga di pantai kini aku ikatkan pada tiang tiang rumah untuk aku pakai rebahan di ayunan, sambil membaca buku sesekali aku melihat indahnya pola rasi bintang yang ada di langit, otak ku menebak bentuk apa saja yang terlihat dari bintang yang bersusun rapi itu, sungguh aku sangat menikmati waktu yang seperti itu dalam hidup.

       Pukul 22.30 WIB ponsel ku berdering ada panggilan masuk dari kontak yang bernama Khalil Alaska, dia teman ku di kampus ditambah dia juga teman satu kost dengan ku saat kami melaksanakan Magang di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Di pembicaraan via telfon ini dia bilang gini "Assalamu'alaikum bro, Lagi dimana?"  "di rumah ni brader, Kenapa?" dia meneruskan "Sinilah nongkrong kita malam minggu jangan asik di rumah aja, ini kami lagi di Limited Premium rame ni, aku tunggu sini ya" aku mengiyakan tawarannya "Oke aku kesitu tunggu". Bergegas bagun dari ayunan, sambil berkata dalam hati "yaallah ada manusia gabut ngajak nongkrong jam segini, untung kawan kalo engga sudah ku ajak gelud ni manusia".

       Setelah bersiap-siap aku mengambil kunci motor astrea kesayangan dan berangkat menuju tempat tujuan nongkrong malam itu, dinginnya angin malam ditambah aroma Kopi, Mie, dan Martabak dari setiap warung yang aku lewati membuat aku merasa suasana ini yang aku rindukan. Butuh waktu 10 menit dari rumah untuk sampai ketempat tujuan, dalam perjalanan 10 menit itu aku menikmati setiap kerlap kerlipnya cahaya lampu jalan yang menambah suasana semakin indah. Sampai tidak terasa aku pun telah sampai ke tempat tujuan yang berada di tengah kota Bireuen.

       Langsung saja aku masuk kedalam cafe itu dan melihat kiri kanan mencari dimana posisi mereka duduk, tidak butuh waktu lama mereka langsung terlihat duduk di pojokan, lokasi yang sangat strategis untuk kami bercanda ria, alih-alih rame yang ikut nongkrong malam itu rupa-rupanya mereka hanya berdua, asem pikir ku tadi katanya rame. Langsung saja aku menghampiri mereka dan bergabung di sana,

      "Cuma berdua kok?" kata ku pada mereka,

      "Yang lain lagi pada nyusul kesini, ada juga yang lagi sibuk sama pacarnya jadi males kita gangguin" jawab Khalil teman ku.

       Sambil menunggu yang lain datang kami bertiga ngobrol santai seputaran perkuliahan, laporan magang dan kegiatan selama pulang dari magang, tidak lama kemudian datang lagi kawan kami yang kami nobatkan sebagai ketua Kost waktu itu Hafizam namanya. Dan kami lanjut ngobrol yang dimana topik kami kali ini sedikit random mungkin karena sudah larut malam, obrolan random yang aku maksud itu gini, aku bertanya pada mereka

        "kenapa manusia itu kebanyakan kasih nama anaknya itu sama? contoh kenapa banyak nama Rizki di dunia ini, kan jadinya ribet kalo ngurus administrasi banyak nama Rizki. Kayaknya kita harus buat suatu perubahan yaitu claim hak cipta atas nama yang udah di kasih kita daftarkan ke HAKI jadi orang lain tidak bisa memakai lagi nama kita" hahahah,

         hafizam menjawab "Keren, bisa tu sepertinya kita laksanakan" sungguh random sekali bukan obrolan kami malam itu.

       Ditengah keasikan obrolan random itu Hafizam menanyakan

        "Plan apa yang bisa kita ciptakan ke depan Bro? Untuk membantu masa depan kita yang menghasilkan lah kira-kira?"

         mendengar pertanyaan itu otak ku langsung kembali ke masa dimana tahun lalu aku sangat ingin membangun sebuah Cafe.

        "Plan yang bagaimana yang mau kita ciptakan?” Tanya ku padanya

        "apa aja bebas asal menghasilkan" tambah hafizam.

Lalu aku bilang

       "Aku pernah punya Planning ingin membuka sebuah Cafe, namun waktu itu persiapan ku belum matang makanya aku tidak jadi membangun, Sekarang kalau emang kalian mau ayo kita bangun Sebuah Cafe sama sama".

       "boleh itu Ide bagus, dulu aku juga pernah punya plan yang sama dengan mu, bahkan kami waktu itu sudah dangat siap, cuma ada beberapa detail yang kurang kami perhatikan sehingga membuat kami tidak jadi melaksanakan plan itu, ditambah sekarang teman temanku sudah kuliah keluar provinsi jadi plan itu tidak terlaksana sampai sekarang" jelas Hafizam kepada ku.

       Awalnya kami saling mentertawakan obrolan itu karena kami mengira itu hanya obrolan yang berlalu tanpa akan terlaksana, namun setelah melihat ekspresi Hafizam aku mulai yakin dia ini sedang serius membicarakan hal ini.

       Dia berkata "Kadang hal-hal seperti itu berawal dari tongkrongan seperti ini, kita tidak tau kedepannya bagaimana kalau kita mau pasti terwujud kan?"

       dalam hati ku "ini orang memang benar-benar sedang serius"

        lalu aku bertanya "untuk sekarang ide apa yang ingin kamu ciptakan?"

         "sebenarnya idenya ada namun aku tidak tau harus menjalankannya dari mana, apakah mengumpulkan Team? Atau apa yang harus aku jalan kan dulu" jawabnya 

           Mendengar penjelasan itu sontak aku kaget, karena aku juga merasakan hal yang sama tidak tau harus memulai dari mana.

       Aku sedikit bercerita kepada mereka tentang, bahwa orang-orang dari tempat magang aku waktu itu mengarahkan untuk membangun 1 Komunitas Film, namun aku juga bingung untuk membangun komunitas itu harus mulai dari mana, apa yang harus aku lakukan?. Hafizam menanggapi

       "Iya sekarang permasalahan kita bukan di ide kita tapi apa yang harus kita lakukan untuk memulai kalau ide aku yakin kita punya ide ide yang cemerlang tapi kita tidak tahu bagaimana caranya memulai melaksanakan ide itu" "kalian lihat orang-orang yang telah berhasil diluar sana? Itu karna mereka telah menemukan cara bagaimana mereka memulainya, aku yakin kalau kita tahu cara memulainya bagaimana kita juga akan sangat mudah menyalurkan ide ide kita malam ini" tambahnya.

       Giliran Hafizam yang melanjutkan obrolan itu dia berkata

        "Aku pernah menanyakan pada Dosen ku tentang bagaimana cara memulai sesuatu ide yang sudah ada itu, tapi pertanyaan itu pula yang membuat dosen ku tidak tahu menjawab apa, dia cuma bilang lakuin aja dulu nanti kalo emang butuh bantuan saya akan bantu"

         Masalahnya sekarang kita kan tidak tau apa yang harus kita mulai, mungkin kalau kita tahu ingin memulainya darimana kita tidak butuh bantuan dari siapa pun, semua bisa kita handle sendiri.

          "Kiban Trah ek trok pikiran tanyoe sampe keunan? (Gimana Trah bisa engga kira-kira kita mikir sampai kesitu?) tanya Hafizam kepada ku.

       Semua omongannya itu sangat masuk akal bagi ku, karena aku juga sedang merasakan hal yang sama dengan apa yang dia rasakan, sejenak aku yang mulai berfikir kenapa aku tidak sempat menanyakan kepada orang-orang yang telah sukses di tempat magang ku tentang "apa yang harus aku lakukan untuk memulai ide membangun komunitas Film itu". Namun aku merasa dan kami percaya itu pertanyaan yang sangat-sangat mendasar yang seharusnya tidak perlu di pertanyakan. Tapi kami selalu dihantui dengan pertanyaan itu, Disitu kami semua mulai terdiam dan kami belum menemukan jawaban dari semua hal itu. Aku cuma berkata pada mereka

       "Kita pasti bisa yok bersama kita cari kunci memulai itu"

       Keasikan mengobrol membuat kami tidak sadar bahwa jam telah menunjukan pukul 01.00 WIB, cuaca yang semakin dingin kami memutuskan untuk menyudahi obrolan itu dan pulang, setelah membayar semua minuman kami pun bergegas untuk pulang. Aku pulang dengan otak yang terus berfikir tentang pembicaraan kami tadi timbul pertanyaan besar di otak ku "Bagaimana aku memulai?" bahkan sampai sekarang aku terus memikirkan pertanyaan itu, kadang aku mencari jawaban dari pertanyaan itu dari aku menulis, cara ku memulai menulis ya dengan langsung membuka laptop dan memulai mengetik apa yang terlintas di kepala ku, namun setelah aku pikir ulang kayaknya tidak semudah itu jawaban dari pertanyaan besar ku. Ada hal besar yang harus sangat di perhatikan.

       Atau selama ini aku hanya khawatir untuk memulai sehingga rasa khawatir itu terus menahan ku untuk tidak memulai apa pun, harusnya yang aku butuh sekarang adalah keberanian untuk memulai melakukannya, tapi apa? Apa yang harus aku lakukan? ah, aku pusing dengan semua ini, aku pusing dengan pertanyaan besar itu. Ini hal aneh tapi nyata di alami.

       Bagaimana kamu sudah membacanya kan? Nah itu yang aku maksud Keresahan para pemuda di sekitar ku, keresahan tentang pertanyaan besar "Bagaimana Caranya Memulai? Apa yang harus kita lakukan untuk memulai di langkah awal?" keresahan itu  yang sekarang mengganggu pemikiran pemuda seusia ku. Mereka mulai memikirkan hal pendukung untuk masa depan mereka, mereka ingin hal yang menguntungkan bagi diri mereka, mereka ingin ketika berkumpul nanti semua sudah dengan kesibukannya masing-masing semua sudah memiliki pekerjaannya masing-masing, dan mereka ingin menciptakan cerita agar sekiranya dikenal keren oleh sekelilingnya.

       Dan aku yakin jika kamu seumuran dengan kami, kamu juga sedang memikirkan atau pernah memikirkan hal semacam ini, kamu ingin merubah masa depan mu menjadi lebih baik dari sekarang kamu ingin menciptakan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan bagi kamu, aku yakin itu. Tidak masalah jika kamu juga belum menemukan jawabannya kita sedang sama sama mencari jawaban dari pertanyaan itu.

       Oiya kalau nanti kamu sudah tahu jawabannya tolong bisikkan kepada kami juga ya. Tapi jika kamu ingin merahasiakannya tidak masalah juga karena baiknya memang begitu semua orang harus survive sendiri sampai mereka menemukan cara yang cocok dengan versinya sendiri untuk memulai sesuatu hal baru setelah itu dia memahami langkah-langkah apa yang harus mereka lewati dan pahami.

       Mungkin cerita ini akan aku lanjutkan dilain waktu jika aku menemukan sesuatu yang baru lagi tentang kegelisahan pemuda disekitar ku, aku punya cita cita menciptakan sebuah cetakan tulisan yang dibelakangnya tertulis "Ditulis Oleh Fitrah Zulkifli", aku masih sangat malu untuk mengatakan bahwa aku ingin menulis sebuah Buku karena aku sadar tulisan ku masih sangat berantakan dan masih sangat butuh arahan dari pada senior ku yang lain. Terimakasih telah membaca tulisan ku ini, sampai jumpa di tulisan ku yang lain.

Komentar

  1. Cara memulai adalah dengan bergerak. Jika saat ini kamu sedang duduk maka kamu harus berdiri untuk memulai. Dimulai dengan nama dan tujuan

    BalasHapus

Posting Komentar